Penggunaan cairan nyamuk pada umumnya tidak dianjurkan untuk bayi yang baru lahir, dan cairan nyamuk dapat berdampak pada kesehatan bayi yang baru lahir. Cairan nyamuk mengandung banyak bahan kimia, termasuk zat yang mirip insektisida. Saat menggunakan cairan nyamuk, pemanasan akan menyebabkan zat beracun dalam cairan menguap, dan gas beracun ini tidak hanya akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan bayi baru lahir, tetapi bahkan dapat menyebabkan alergi pernapasan pada bayi baru lahir, yang dapat menyebabkan sakit tenggorokan, hidung tersumbat, batuk, dan sebagainya. Jika di dalam ruangan terdapat lebih banyak nyamuk, orang tua dapat menggunakan cara lain untuk mengusir nyamuk, seperti menggunakan pemukul nyamuk elektrik, kelambu gantung, dan sebagainya. Sementara itu, orang tua dapat menggantungkan tirai kasa di pintu dan jendela, yang secara efektif dapat mencegah nyamuk masuk ke dalam ruangan dan mempengaruhi istirahat bayi baru lahir. Dalam kehidupan sehari-hari untuk melakukan pekerjaan yang baik dalam perawatan bayi baru lahir, untuk menghindari kontak bayi baru lahir dengan produk kimia, seperti penggunaan cairan nyamuk setelah bayi baru lahir muncul gejala yang merugikan untuk mencari perhatian medis pada waktu yang tepat.