Tindakan insulin terutama untuk menurunkan glukosa darah, tetapi juga memiliki efek yang mempengaruhi metabolisme lemak dan protein. Insulin meningkatkan transpor transmembran glukosa, menghambat glikogenolisis hati, dan meningkatkan sintesis protein dan lemak, sehingga memberikan efek penurunan glukosa. Insulin dapat digunakan untuk diabetes mellitus tipe 1, diet diabetes mellitus tipe 2 dan obat hipoglikemik oral yang efeknya kurang baik, serta untuk komplikasi akut seperti ketoasidosis diabetikum, kehamilan, pasien menyusui, serta pembedahan, infeksi, hiperglikemia akibat stres, dan kondisi lainnya. Penggunaan insulin harus memberikan perhatian khusus terhadap terjadinya reaksi hipoglikemik, yang dapat meliputi jantung berdebar, tangan gemetar, berkeringat, rasa lapar, pusing, dan bahkan koma. Mungkin juga terdapat efek samping seperti penambahan berat badan, reaksi alergi, kemerahan dan kekerasan pada permukaan tempat penyuntikan insulin. Obat ini dikontraindikasikan pada pasien dengan hipoglikemia, hepatitis akut, sirosis dan ikterus hemolitik. Insulin harus digunakan di bawah bimbingan dokter, jangan menggunakannya sendiri untuk menghindari reaksi merugikan yang serius.