Alkohol tidak dianjurkan untuk infeksi saluran kemih, karena dapat memperburuk kondisi atau mempengaruhi kerja normal obat dan memperlambat waktu pemulihan.
Pasien dengan infeksi saluran kemih perlu memperhatikan pola makan yang ringan, berhenti merokok, berhenti minum alkohol, istirahat yang cukup, serta menghindari stres dan kecemasan. Minum alkohol di bawah pengaruh alkohol dapat memperburuk gejala infeksi saluran kemih, tidak kondusif untuk perbaikan kondisi.
Pada saat yang sama, pasien dengan infeksi saluran kemih perlu minum antibiotik untuk mengendalikan peradangan dan mendorong perbaikan penyakit. Minum alkohol dapat berinteraksi dengan antibiotik sefalosporin sehingga terjadi reaksi seperti disulfiram, menyebabkan pasien sakit kepala, mual, sesak dada, dan bahkan mengancam jiwa.
Oleh karena itu, tidak dianjurkan untuk minum alkohol saat terjadi infeksi saluran kemih, dan perlu secara aktif bekerja sama dengan dokter untuk menerima pengobatan standar untuk mendorong kesembuhan penyakit.