Gas dalam usus disebabkan oleh gangguan pencernaan, asupan makanan yang menghasilkan gas secara berlebihan, kebiasaan makan yang tidak tepat, serta kelemahan limpa dan lambung. Pertama, ketika gangguan pencernaan terjadi, karena makanan tidak dikosongkan tepat waktu, makanan akan berfermentasi dan membusuk setelah dinetralisir dengan cairan pencernaan, sehingga menghasilkan gas dalam jumlah besar. Kedua, ketika ada terlalu banyak gas, sudah terlambat untuk mengeluarkan gas, sehingga gejala perut kembung akan terjadi. Sebagai contoh, makanan seperti kedelai, kangkung, dan bawang bombay akan menghasilkan banyak gas saat dicerna di dalam usus, dan begitu terlalu banyak jenis makanan ini dikonsumsi, maka akan menimbulkan rasa kembung di usus. Beberapa orang memiliki kebiasaan makan yang tidak tepat, seperti berbicara sambil makan atau mengonsumsi makanan terlalu cepat, yang dapat menyebabkan sejumlah besar gas masuk ke dalam usus bersama dengan makanan, sehingga menyebabkan perut kembung. Terakhir, beberapa orang memiliki limpa dan lambung yang lemah. Karena limpa tidak dapat mengangkut nutrisi dan air di dalam tubuh, air dan kelembapan akan tergenang di dalam sistem pencernaan, yang akan menyebabkan stagnasi Qi dan stasis darah karena terhalangnya aliran Qi di usus besar dalam jangka panjang.