Penyebab nyeri menusuk di tulang rusuk kanan sangat banyak dan berkaitan erat dengan hati, empedu, lambung dan usus dua belas jari, serta penyakit jantung-paru. Ketika seorang pasien datang dengan tanda-tanda klinis yang merugikan dari nyeri menusuk, penting untuk terlebih dahulu mengidentifikasi penyebab nyeri, mencari organ spesifik yang menyebabkan lesi dan mengidentifikasi gejala-gejala yang menyebabkan ketidaknyamanan. Pemeriksaan hepatobilier dapat dilakukan untuk mengidentifikasi adanya kolesistitis, kolangitis, atau gangguan fungsi hati akut yang menyebabkan hepatitis bilier akut serta kongesti dan edema hati. Jika kelainan hepatobilier teridentifikasi dengan jelas, serangkaian pengobatan dapat diberikan untuk mengatasi penyebab spesifik. Untuk hepatitis virus, pengobatan antivirus dapat diberikan, dan untuk lesi kandung empedu, kolesistektomi dan drainase saluran empedu dapat dilakukan. Jika disebabkan oleh lesi pada lambung atau duodenum, seperti tukak atau peradangan, rasa nyeri menusuk dapat diredakan secara bertahap dengan mengatur fungsi saluran cerna dengan obat-obatan yang melindungi mukosa lambung, termasuk Loxacol, pantoprazole, dan gigastrin. Rontgen dada dan EKG juga dapat dilakukan untuk menyingkirkan adanya infeksi paru-paru, radang selaput dada atau iskemia jantung. Jika salah satu dari kondisi ini ada, gejalanya dapat diperbaiki dengan mengatur fungsi jantung-paru. Oleh karena itu, ketika kesemutan di tulang rusuk kanan terjadi, penyebabnya perlu diidentifikasi dan diobati.