Cara Merehabilitasi Cedera Saraf Pleksus Brakialis

Pelatihan rehabilitasi akhir untuk cedera pleksus brakialis terutama menggunakan fleksi dan ekstensi serta rotasi bahu, siku, dan pergelangan tangan untuk latihan fungsional.
Pasien dengan cedera pleksus brakialis sering kali terbatas dalam aktivitas aktif, sehingga aktivitas pasif harus diperkuat pada saat ini. Mobilitas sendi dapat dipertahankan, begitu juga dengan kontraksi dan tarikan otot, sehingga menciptakan stimulasi otot untuk pemulihan pleksus brakialis. Pergelangan tangan, siku dan sendi bahu pasien dapat digerakkan untuk meningkatkan kontraksi otot dan diastol melalui fleksi dan ekstensi sendi.
Selain itu, latihan kontraksi otot isometrik juga dapat dilakukan bersamaan dengan gerakan aktif pasien.
Latihan ini dapat meningkatkan tonus otot dan memperbaiki kekakuan, ankilosis, dan kontraktur sendi. Melalui latihan rehabilitasi fungsional aktif, mobilitas sendi dapat ditingkatkan secara efektif.
Disarankan agar pasien melakukan pelatihan rehabilitasi di bawah bimbingan dokter untuk menghindari cedera pada organisme yang disebabkan oleh metode yang salah.