Hati adalah kelenjar pencernaan terbesar di dalam tubuh dan memiliki empat fungsi utama: sintesis, sekresi, detoksifikasi, dan imunitas. Ada beberapa indikator fungsional hati: 1. mencerminkan fungsi sintetis hati: albumin, globulin, dan rasio globula putih; 2. fungsi koagulasi: sebagian besar faktor koagulasi disintesis di dalam hati, sehingga ketika kerusakan hati lebih serius, fungsi koagulasi yang tidak normal akan terjadi; 3. bilirubin total, bilirubin tidak langsung dan bilirubin langsung, yang mencerminkan kapasitas metabolisme pigmen empedu hati, jika terjadi kerusakan hepatosit atau penyumbatan saluran empedu dengan hemolisis 4. Indikator kerusakan sel parenkim hati: indikator enzimatik, seperti ghrelin, ghrelin, alkali fosfatase, dan gamma-GT, terutama mencerminkan kerusakan sel parenkim hati. Diagnosis klinis penyakit ini dibuat berdasarkan tes-tes ini, bersama dengan riwayat medis dan indikator pencitraan lain yang relevan.