Diagnosis kejang otot wajah tergantung pada manifestasi klinis yang khas, pemeriksaan elektrofisiologi dan pemeriksaan pencitraan. 1. Manifestasi klinis yang khas: kejang atau kedutan otot wajah yang tidak disengaja, sebagian besar pada satu sisi, tetapi juga pada kedua sisi, yang dapat dipicu oleh kegembiraan emosional, ketegangan, pengerahan tenaga yang berlebihan, dan pada kasus yang parah, dapat menyebabkan kesulitan membuka mata dan gangguan penglihatan. 2. Pemeriksaan elektrofisiologi: termasuk elektromiografi dan respons otot abnormal, elektromiografi sebagian besar menunjukkan potensi spontan frekuensi tinggi, dan respons otot abnormal yang positif sangat membantu untuk mendukung diagnosis kejang otot wajah. 3. Pemeriksaan pencitraan: Direkomendasikan untuk meningkatkan pencitraan resonansi magnetik saraf kranial, yang terutama digunakan untuk diagnosis etiologi, dan membantu menilai apakah ada lesi yang menempati ruang atau lesi kompresi pembuluh darah pada saraf wajah. Dianjurkan agar pasien dengan gejala yang berkaitan dengan kejang otot wajah harus berkonsultasi dengan dokter secara tepat waktu untuk meningkatkan pemeriksaan yang relevan dan perawatan standar di bawah bimbingan dokter.