Pasien dengan kadar hormon tiroid yang tinggi, yang juga dikenal sebagai hipertiroidisme, mungkin mengalami manifestasi klinis seperti kecemasan, peningkatan denyut jantung, peningkatan frekuensi tinja, takut panas, berkeringat dan penurunan berat badan. Penyebab umum peningkatan kadar hormon tiroid meliputi: pengaruh autoimun, faktor mental, faktor genetik dan infeksi virus. 1. Pengaruh autoimun: Beberapa orang memiliki autoantibodi dalam tubuhnya yang bereaksi dengan atau merangsang jaringan kelenjar tiroid. Reaksi dan rangsangan yang sesuai akan meningkatkan fungsi kelenjar tiroid dan menyebabkan hiperplasia jaringan, yang menyebabkan hipertiroidisme dan gondok, sehingga menyebabkan kadar hormon tiroid yang tinggi dalam tubuh. 2. Faktor mental: Jika tekanan kerja tinggi, ketegangan mental tinggi, atau saraf di dalam tubuh terstimulasi akibat guncangan mental, hal ini akan menyebabkan kenaikan tajam hormon adrenal dalam darah di dalam tubuh. Hal ini mendorong terjadinya gangguan tiroid dalam tubuh, sehingga menyebabkan tingginya kadar hormon tiroid. 3. Faktor genetik: Kadar hormon tiroid yang tinggi dalam tubuh biasanya disebabkan oleh hipertiroidisme, dan insiden pasien wanita secara signifikan lebih tinggi daripada pria, dan ada karakteristik genetik keluarga yang jelas. 4. Infeksi virus: Karena faktor infeksi dalam tubuh bekerja pada kelenjar tiroid dan limfosit T, sehingga mendorong limfosit T ke jaringan mereka sendiri, reaksinya menyebabkan tubuh mengembangkan hipertiroidisme, sehingga kadar hormon tiroid menjadi tinggi. Biasanya, tingginya kadar hormon tiroid dalam tubuh disebabkan oleh beberapa faktor seperti yang tercantum di atas.