Gangguan integrasi sensorik mengacu pada gangguan integrasi fungsi sensorik di otak, seperti gangguan sensorik vestibular, gangguan keseimbangan otak kiri-kanan, dan gangguan audio-visual. Gangguan ini terutama dimanifestasikan oleh temperamen yang pendek, koordinasi tubuh yang buruk, ketertarikan yang kuat terhadap warna, bentuk, dan suara tertentu, serta ketidakmampuan untuk mengontrol kekuatan dan kecepatan. Gangguan Integrasi Sensori ditentukan dengan metode observasi, kuesioner tumbuh kembang, Skala Penilaian Perkembangan Integrasi Sensori, Kuesioner Perilaku Anak, dll. Di bawah bimbingan dokter profesional, dan rencana perawatan yang sesuai akan dirumuskan. Gangguan integrasi sensorik biasanya dikoreksi dengan metode latihan sensorik, seperti latihan pendengaran, latihan visual, dan sebagainya. Gangguan integrasi sensorik sering terjadi pada anak usia dini. Orang tua disarankan untuk membawa bayi mereka ke dokter jika mereka melihat adanya kelainan pada perilaku bayi mereka, dan melakukan pelatihan standar di bawah bimbingan dokter.