Tumor sel islet pada seorang pria berusia 65 tahun, reseksi tumor sel islet untuk mengatasi masalahnya!

(Penafian: Artikel ini hanya untuk penggunaan ilmiah dan informasi dalam konten berikut ini telah diproses untuk melindungi privasi pasien)

Abstrak: Tumor sel pulau adalah tumor endokrin pankreas yang umum terjadi, sering kali dengan hipoglikemia berulang sebagai manifestasi utama. Pasien dalam kasus ini adalah seorang kakek berusia 65 tahun yang mengunjungi klinik karena sering tidak sadarkan diri, dan terkadang gejalanya berkurang dengan makan sesuatu. Pemeriksaan CT abdomen intensif dilakukan untuk menunjukkan adanya tumor sel pulau di kepala pankreas, dan pasien diberi reseksi tumor sel pulau dengan anestesi umum, setelah itu gejala hipoglikemik pasien berangsur-angsur membaik dan glukosa darahnya berangsur-angsur normal.

Informasi dasar】Pria, 65 tahun

Jenis Penyakit】Isloblastoma pankreas

Rumah Sakit】Rumah Sakit Rakyat Liaocheng

Tanggal Konsultasi】 November 2021

Rencana perawatan】Terapi bedah (reseksi tumor sel pulau)

Masa Perawatan】2 minggu di rumah sakit

Efektivitas Pengobatan】Gejala hipoglikemia menghilang, kadar gula darah pulih, dan efek pengobatannya baik

I. Konsultasi awal

Pasien mengeluh bahwa selama lebih dari satu tahun, ia sering mengalami ketidaksadaran mendadak atau pingsan di pagi hari, terkadang bisa pulih dengan sendirinya, terkadang perlu makan sesuatu untuk kembali normal, dan tidak ada kelainan yang signifikan yang ditemukan pada pemeriksaan CT scan tengkorak di rumah sakit setempat. Pasien ditemukan mengalami hipoglikemia berulang, sehingga dilakukan CT abdomen secara intensif dan ditemukan tumor sebesar 1,5 cm dengan pembesaran yang signifikan di kepala pankreas.

II. Riwayat pengobatan

Berdasarkan gejala khas hipoglikemia berulang yang dialami pasien dan temuan pencitraan khas dari CT abdomen intensif, diagnosis tumor sel pulau sudah jelas dan pasien termasuk dalam tumor endokrin pankreas, dan satu-satunya cara untuk menyembuhkannya adalah dengan operasi reseksi. Risiko terbesar dari operasi ini adalah kemungkinan terjadinya fistula pankreas pasca-operasi. Keluarga pasien setuju untuk melakukan operasi dan tumor sel pulau diangkat dengan anestesi umum. Pasien memang mengalami fistula pankreas pasca operasi pada hari ke-5, tetapi karena penilaian pra-operasi yang akurat dan manajemen intra-operasi yang tepat, fistula pasien dapat dikeringkan dengan sangat baik melalui tabung drainase perut dan tidak menyebabkan cairan perut atau infeksi perut.

III. Hasil pengobatan

Setelah operasi, kadar glukosa darah pasien berangsur-angsur kembali normal dan tidak ada lagi hipoglikemia. Pada hari ke-3 setelah operasi, pasien dapat bangun dari tempat tidur dan mulai makan setelah buang angin dan buang air besar. Pada hari ke-5 setelah operasi, fistula pankreas berkembang, tetapi dikeringkan dengan sangat baik melalui tabung drainase perut dan tidak ada akumulasi cairan di rongga perut atau infeksi perut. Sekitar hari ke-10 pasca operasi (2 minggu di rumah sakit), makan dan aktivitas normal kembali dilakukan, tetapi jumlah fistula pankreas adalah 50 mL per hari, sehingga pasien disarankan untuk dipulangkan dengan selang agar selang drainase abdomen dapat mengalir dengan bebas dan ditinjau secara teratur. Singkatnya, pasien telah diobati dan gejala hipoglikemik menghilang, kadar glukosa darah pulih dan pengobatannya efektif.

IV. Catatan

Kami senang bahwa setelah perawatan, gejala hipoglikemia pasien menghilang dan kadar gula darahnya kembali normal. Dalam hal pola makan, perhatikan pola makan yang ringan, hindari makanan yang pedas dan merangsang, tingkatkan nutrisi, makan lebih banyak daging tanpa lemak, susu, ikan, udang, dan bahan berprotein tinggi lainnya, serta makan lebih banyak buah dan sayuran segar untuk menambah asupan vitamin yang cukup. Jika jumlah drainase tiba-tiba berkurang atau muncul gejala seperti nyeri perut atau demam, Anda harus kembali ke rumah sakit tepat waktu untuk pemeriksaan ulang. Jika jumlah drainase berangsur-angsur berkurang hingga tidak ada sama sekali dan tidak ada cairan perut yang terlihat pada pemeriksaan CT abdomen, Anda dapat mempertimbangkan untuk melepas selang drainase abdomen. Memantau kadar glukosa darah untuk mencegah kambuhnya tumor.

V. Wawasan pribadi

Tumor sel pulau adalah tumor endokrin pankreas yang umum terjadi. Gejala utamanya adalah hipoglikemia berulang, dan pengobatan yang lebih disukai adalah operasi pengangkatan tumor. Dalam kasus ini, pasien datang ke rumah sakit dengan hipoglikemia berulang, yang pada awalnya tidak diketahui penyebabnya. Setelah operasi, gula darah kembali normal dan gejala hipoglikemia, seperti kebingungan, tidak terjadi lagi, sehingga pengobatannya sangat efektif.