Air mani adalah produk dari campuran sperma dan plasma seminalis, dan merupakan hasil dari upaya gabungan kelenjar reproduksi pria. Kualitas air mani berhubungan langsung dengan kesuburan dan hasil pemeriksaan air mani rutin merupakan indikator penting kesuburan pria. Hasil pemeriksaan air mani sangat penting dalam mengevaluasi kesuburan pria, dan hasilnya sangat dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti frekuensi keluarnya air mani, kelengkapan penampungan, wadah, dan suhu. Metode pengumpulan yang benar harus diperhatikan: J Pantang selama 3 sampai 7 hari untuk pengumpulan sperma. Masa pantang yang terlalu singkat akan mempengaruhi kepadatan sperma, sedangkan masa pantang yang terlalu lama akan menyebabkan banyaknya sperma yang mati dan tingkat abnormalitas yang tinggi. J Selalu kumpulkan air mani dalam keadaan utuh. Kepadatan sperma paling tinggi pada bagian pertama air mani yang diejakulasikan, dan kehilangan bagian air mani ini akan sangat mempengaruhi hasil tes. Lebih baik mengumpulkan dalam botol dengan mulut yang lebar. Kondom biasa tidak boleh digunakan karena mengandung zat spermisida. J Spesimen harus diangkut pada suhu 37°C dan harus dikirim dalam waktu setengah jam.