Apa perbedaan antara Azitromisin dan Sefalosporin?

Perbedaan antara Azitromisin dan Sefalosporin meliputi spektrum antibakteri, reaksi yang merugikan, mekanisme kerja, dll.
1. Spektrum antibakteri: Azitromisin efektif tidak hanya terhadap beberapa bakteri Gram negatif dan Gram positif, tetapi juga terhadap Chlamydia trachomatis dan Neisseria gonorrhoeae. Sefalosporin yang saat ini digunakan mencakup lima generasi, yang ditandai dengan spektrum antibakteri yang luas, dan efektif terhadap beberapa bakteri Gram negatif dan Gram positif.
2. Reaksi yang merugikan: Azitromisin menyebabkan lebih banyak reaksi obat yang merugikan daripada sefalosporin, dan penelitian yang relevan telah menunjukkan bahwa sakit perut, mual dan muntah, diare, ruam, dan reaksi yang merugikan lainnya dapat menyebabkan pasien harus berhenti menggunakan azitromisin.
3. Mekanisme kerja: azitromisin bekerja dengan cara mengganggu sintesis protein bakteri yang berperan sebagai antibakteri dan bakterisida. Mekanisme kerja sefalosporin adalah dengan menghambat sintesis dinding sel bakteri.
Selain itu, keduanya tidak sama dalam klasifikasi, yang pertama termasuk dalam antibiotik makrolida, yang kedua termasuk dalam antibiotik β-laktam. Kesimpulannya, meskipun azitromisin dan sefalosporin sama-sama termasuk obat antibiotik, tetapi ada perbedaan yang signifikan antara kedua obat tersebut, individu, terlepas dari obat mana yang akan digunakan, jangan menyalahgunakan, jika Anda perlu menggunakan antibiotik, ikuti petunjuk dokter.