Telinga bagian dalam yang sedikit saja bisa membuat Anda pusing

Hampir semua orang pernah mengalami vertigo, baik ringan maupun berat. Ketika saya masih kecil, saya sering memainkan permainan “berputar” untuk melihat siapa yang dapat berputar lebih banyak dan lebih cepat, dan terkadang saya pingsan setelahnya. Banyak orang juga mengalami mabuk perjalanan, mabuk laut, dan mabuk udara. Vertigo adalah sensasi yang menyakitkan dan tak tertahankan, sering kali membuat seseorang terjatuh sekaligus, membuat mereka merasa bingung, tidak dapat berdiri atau duduk, tidak dapat bergerak, mual dan muntah, dan rasa takut. Pada kenyataannya, banyak orang yang mengalami vertigo karena alasan yang “tidak jelas”. Telinga manusia adalah organ sensorik untuk pendengaran dan persepsi posisi (keseimbangan) dan terdiri dari tiga bagian: telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam. Telinga bagian dalam, yang berukuran sebesar kacang tanah, terkubur di dalam tulang temporal. Telinga bagian dalam merasakan rasa keseimbangan melalui reseptor vestibular, yang terdiri dari tiga saluran setengah lingkaran, kantung oval, dan balon. Jika reseptor vestibular di telinga bagian dalam mengalami gangguan atau mendapat rangsangan yang tidak tepat, maka dapat timbul gejala seperti vertigo, berkeringat, pucat, mual, muntah, dan rasa tidak nyaman secara umum. Gangguan telinga bagian dalam yang umum menyebabkan vertigo termasuk vertigo posisi paroksismal jinak (juga dikenal sebagai otolith), vaginitis telinga bagian dalam, neuritis vestibular, sindrom Meniere, dan mabuk perjalanan. Kondisi-kondisi ini mudah salah didiagnosis sebagai spondilosis servikal atau suplai darah yang tidak memadai ke arteri basilar, sehingga menunda pengobatan. Vertigo posisi paroksismal jinak Vertigo posisi paroksismal jinak (BPPV) adalah episode vertigo yang singkat dan intens, biasanya dipicu oleh perubahan posisi kepala yang spesifik. Banyak orang mengalaminya saat mereka membalikkan badan, dan terkadang episode ini disebabkan oleh cedera kepala atau usia lanjut. Vaginitis telinga bagian dalam Vaginitis telinga bagian dalam adalah infeksi atau peradangan pada telinga bagian dalam yang dapat menyebabkan vertigo dan disfungsi keseimbangan, biasanya berhubungan dengan infeksi saluran pernapasan bagian atas. Neuronitis vestibularis Neuronitis vestibularis adalah peradangan pada saraf vestibularis, kemungkinan disebabkan oleh virus, yang bermanifestasi sebagai episode vertigo yang bersifat paroksismal dan hebat; dapat menyerang orang muda hingga paruh baya dan orang lanjut usia, serta biasanya terjadi setelah infeksi saluran pernapasan bagian atas yang tidak spesifik. Sindrom Meniere Sindrom Meniere dikaitkan dengan perubahan volume cairan limfatik pada bagian vagus telinga bagian dalam, yang dapat menyebabkan episode vertigo, gangguan pendengaran yang tidak teratur, tinitus, dan rasa penuh di telinga. Mabuk perjalanan Mabuk perjalanan, umumnya dikenal sebagai mabuk laut atau mabuk darat, adalah jenis gangguan telinga bagian dalam yang paling umum. Hal ini dapat disebabkan oleh gerakan berulang seperti guncangan di laut, mobil yang sedang berjalan, atau penerbangan pesawat terbang saat udara bergejolak. Gejala biasanya meliputi: mual, muntah, pusing, berkeringat dan perasaan tidak nyaman. Semua gejala ini berasal dari hilangnya keseimbangan akibat telinga bagian dalam. Penanganan vertigo Langkah pertama adalah menentukan apakah disfungsi keseimbangan pasien disebabkan oleh penyakit atau obat, dan jika ya, menangani penyakitnya atau menyesuaikan obatnya. Pengobatannya bervariasi, tergantung pada jenis disfungsi keseimbangan. Pilihan pengobatan yang umum dilakukan meliputi: obat-obatan, rehabilitasi keseimbangan, latihan kepala, tubuh dan mata, dll. Untuk pasien dengan disfungsi keseimbangan, pasien harus menghindari kegiatan sehari-hari yang dapat menyebabkan jatuh atau cedera, seperti mengemudi, berjalan naik dan turun tangga, dll.; 2. Untuk pasien dengan otolith, manipulasi otolith Epley dapat diberikan; 3. Untuk pasien dengan otolith, dapat diberikan terapi dengan menggunakan alat bantu. Pengobatan lain seperti menyuntikkan gentamisin dan steroid di belakang gendang telinga ke dalam telinga bagian dalam mungkin efektif dalam mengobati vertigo. Namun, gentamisin dapat merusak sel-sel pendengaran di koklea yang mengakibatkan gangguan pendengaran permanen; pembedahan dapat dipertimbangkan untuk sindrom Meniere yang parah; 4. Bagi banyak pasien dengan gangguan keseimbangan yang vertigonya tidak sepenuhnya hilang, vertigo dapat ditangani dengan latihan harian atau rehabilitasi vestibular, yaitu program rehabilitasi individual untuk mengurangi rasa pusing dan mual.