Tindakan pencegahan tetesan intravena kalium klorida

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika memberikan kalium klorida intravena, terutama konsentrasi kalium klorida, kecepatan tetesan, jumlah kalium yang diisi ulang setiap hari dan jumlah kalium yang diisi ulang dalam urin, yang dirangkum dalam empat poin: Pertama, konsentrasinya tidak boleh terlalu tinggi, misalnya konsentrasi kalium klorida tidak boleh melebihi 3 g/L, yaitu maksimum 1,5 g kalium klorida dalam 500 ml cairan. -Pasien atau keluarga tidak boleh mengatur kecepatan tetesan sesuai keinginan mereka sendiri. Jumlah total kalium tidak boleh terlalu tinggi dan harus ditambahkan sesuai dengan kadar kalium darah, 4,5-6 g per hari. 4. Kalium tidak boleh diberikan terlalu dini, yaitu hanya jika volume urin mencapai lebih dari 40 ml per jam atau 500 ml per 24 jam. Amati reaksi pasien selama pemberian infus kalium intravena, pantau kadar kalium darah dan tangani situasi apa pun dengan segera.