Tekanan vena sentral (CVP) adalah salah satu indikator utama yang digunakan untuk mengamati hemodinamik dalam praktik klinis. Ketika CVP diukur terlalu tinggi, hal ini sering kali menunjukkan bahwa pasien mungkin mengalami gagal jantung, infark paru, perikarditis konstriktif, dan penyakit lainnya. Ketika tekanan vena sentral ditemukan terlalu tinggi, hal ini dapat mengindikasikan bahwa laju infus terlalu cepat atau volume infus terlalu banyak, dan perlu untuk memperlambat laju infus atau mengurangi volume infus. Tekanan vena sentral tidak dapat digunakan untuk mendiagnosis penyakit. Ketika tekanan vena sentral tinggi terdeteksi, maka harus dikombinasikan dengan gejala pasien dan tes lainnya untuk membuat penilaian yang komprehensif. Dalam praktik klinis, pengukuran tekanan vena sentral sering diterapkan pada pasien yang menjalani operasi besar dan sedang, pasien dalam kondisi kritis seperti syok, dan pasien yang memerlukan penggantian cairan atau transfusi darah secara cepat dan masif.