Clopidogrel dan aspirin berbeda dalam hal mekanisme kerja, kemanjuran, kontraindikasi, dan reaksi merugikan yang disebabkan oleh pengerahan agregasi antiplatelet. 1. Mekanisme kerja. Mekanisme kerja antiplatelet clopidogrel adalah dengan menghambat aktivasi reseptor fibrinogen, sehingga menghambat agregasi trombosit. Aspirin adalah penghambat siklooksigenase, yang dapat menghambat aktivitas siklooksigenase, memblokir sintesis tromboksan A2, sehingga prostasiklin meningkat, dan berperan sebagai anti agregasi trombosit. 2. Khasiat: Dibandingkan dengan clopidogrel, aspirin tidak hanya memiliki efek agregasi anti trombosit, tetapi juga memiliki efek anti inflamasi, antipiretik dan analgesik. 3. Kontraindikasi: Clopidogrel dikontraindikasikan pada pasien dengan penyakit maag dan perdarahan intrakranial. Aspirin dikontraindikasikan pada pasien dengan insufisiensi hati atau ginjal, insufisiensi jantung, dan hemofilia. 4. Reaksi yang merugikan. Penggunaan clopidogrel dalam jangka panjang dapat menyebabkan reaksi yang merugikan seperti perdarahan mukosa kulit hidung dan perdarahan saluran cerna. Penggunaan aspirin dalam jangka panjang umumnya menyebabkan mual, sakit perut, diare, dan reaksi saluran cerna lainnya, dan bahkan menyebabkan reaksi merugikan yang serius seperti tinja berwarna hitam. Penting untuk dicatat bahwa obat ini dikontraindikasikan bagi mereka yang alergi terhadap kedua obat ini dan harus dikonsumsi di bawah pengawasan medis.