Iritabilitas dan kecemasan terutama terlihat pada pasien dengan gangguan kecemasan dan ditandai oleh kecemasan mental, kekhawatiran yang berlebihan dan kekhawatiran tentang ketidakpastian masa depan. Selain kecemasan dan mudah tersinggung, pasien juga mengalami ketidaknyamanan fisik, seperti gerakan gelisah, otot tegang dan panik, jantung berdebar-debar, dada sesak, sesak napas, tremor otot, mulut kering, sering buang air kecil atau ketidaknyamanan fisik. Oleh karena itu, tingkat gairah pasien meningkat secara signifikan, memicu kemarahan, reaksi kaget, atau hipervigilans pada peristiwa kecil yang sensitif terhadap rangsangan eksternal. Dalam hal ini, pengobatan yang sistematis dan terstandardisasi dengan obat anti-kecemasan, seperti obat anti-kecemasan benzodiazepin, dapat memperbaiki gejala-gejala ini, serta metode pelatihan perilaku, seperti pelatihan relaksasi, untuk memperbaiki kecemasan, iritabilitas, dan pengalaman ketidaknyamanan fisik pasien.