Cegukan tanpa makanan terutama dianggap terkait dengan kebiasaan buruk, faktor mental, dan faktor patologis. 1. Kebiasaan buruk: minum banyak minuman berkarbonasi tanpa makan dapat merangsang mukosa saluran cerna, yang menyebabkan peningkatan gas saluran cerna, yang pada gilirannya memicu fenomena cegukan. 2. Faktor mental: keadaan tegang secara mental dapat menyebabkan peningkatan sekresi air liur. Dalam proses menelan yang sering, sejumlah besar udara dapat tertelan pada saat yang bersamaan, sehingga memicu cegukan. 3. Faktor patologis: seperti refluks esofagitis, gastritis kronis, tukak lambung, dispepsia fungsional, dispepsia dan penyakit lainnya, juga dapat menyebabkan cegukan. Gejala cegukan tanpa makanan mungkin terkait dengan faktor lain, dan disarankan agar pasien mencari saran medis sesegera mungkin untuk mengklarifikasi penyebab penyakit dan mengikuti petunjuk dokter untuk pengobatan.