Seiring dengan pertumbuhan anak, kita perlu lebih memperhatikan kebutuhan psikologis mereka. Hal ini karena rasa aman seorang anak sering kali dikembangkan di masa kanak-kanak. Sikap dan perhatian orang tua terhadap anak-anak mereka sering kali memainkan peran penting. Pada usia muda seorang anak tidak mengekspresikan dirinya, misalnya dia menginginkan pelukan dari ibunya dan cenderung memanjakan diri dan memeluk dirinya sendiri dengan menabrak dirinya sendiri dan menghancurkan barang-barang untuk mendapatkan perhatian orang tuanya. Namun, orang tua berpikir bahwa anak mereka terlalu nakal dan menghukum mereka, yang mengakibatkan anak berpikir bahwa orang tua tidak menyukainya dan menjadi berhati-hati. Beberapa anak juga ingin diakui oleh orang tua mereka ketika mereka mencapai sesuatu, tetapi orang tua mengabaikannya karena alasan lain, sehingga anak mengembangkan gagasan bahwa “orang tua tidak peduli dengan mereka, jadi apa yang mereka lakukan tidak berguna”. Dalam jangka panjang, anak akan mengembangkan ketidakpercayaan pada orang lain dan meragukan dirinya sendiri, jadi sebagai orang tua kita perlu memahami dan menghargai niat anak, memberikan perhatian aktif pada anak dan memberikan ‘cinta’ yang dia inginkan pada waktu yang tepat. Dengan cara ini, anak-anak akan lebih sering tertawa dan lebih jarang menangis, bahagia, lincah dan eksploratif, dan senang mencoba mendekati hal-hal baru, situasi dan bahkan orang asing, yang semuanya akan membantu anak-anak mengembangkan emosi positif, mengembangkan kepercayaan diri, keberanian, dan ciri-ciri kepribadian yang eksploratif, mendorong perkembangan intelektual mereka dan menumbuhkan pandangan interpersonal yang baik. Membina kelekatan yang erat adalah tugas utama dalam perkembangan psikologis anak usia dini, dan kelekatan yang baik merupakan prasyarat untuk pembentukan rasa aman. Jadi, bagaimana Anda mengembangkan rasa aman anak Anda? Menjadi ibu yang peka Penelitian telah menunjukkan bahwa kepekaan seorang ibu merupakan ciri penting dalam membedakan kelekatan yang aman dan tidak aman. Jika seorang ibu merespons dengan cepat, konsisten, dan tepat terhadap sinyal-sinyal anaknya serta memeluk anaknya dengan lembut dan sering, maka keamanan kelekatan antara ibu dan anak akan berkembang ke arah yang positif. Oleh karena itu, agar seorang anak dapat membentuk kelekatan yang baik dan merasa aman, penting untuk menjadi ibu yang peka yang memahami dengan benar sinyal-sinyal yang diberikan oleh bayinya dan merespons dengan tepat. Misalnya, seorang anak yang tiba-tiba mengamuk menginginkan perhatian dari orang dewasa. Seorang anak yang menggambar sebuah gambar abstrak namun bersikeras untuk mengatakan apa maksudnya menginginkan penegasan dari Anda. Ini adalah waktu bagi orang tua untuk bekerja sama, bukannya menghalangi, aktivitas yang dilakukan bayi Anda. Misalnya, Anda menghentikan apa yang sedang Anda lakukan untuk mendengarkan dengan sabar gambar anak Anda dan meresponsnya secara positif. Ketika memutuskan apakah akan mengganggu aktivitas anak Anda yang sedang berlangsung, pertimbangkan apakah anak Anda akan menerimanya terlebih dahulu; ketika Anda harus mengganggu aktivitas anak Anda yang sedang berlangsung, selalu gunakan tangan yang lembut dan jangan paksa anak Anda untuk segera berhenti. Selain itu, penting bagi orang tua untuk mengetahui perubahan suasana hati anak mereka dan melakukan bimbingan emosional yang diperlukan, mendengarkan dengan sabar dan mendukung serta memberi semangat. Jika ibu lalai dalam mengurus anak (membiarkan anak dalam keadaan tidak nyaman seperti lapar, haus, kedinginan atau basah), atau jika ibu tidak mau bermain dengan anak, mengasuh anak di rumah kakek-neneknya, atau bahkan membiarkan anak kedinginan, anak akan sulit untuk membentuk keterikatan yang baik dan mendapatkan rasa aman, dan perkembangan psikologisnya akan terhambat atau bahkan mengalami kecenderungan autis. Perhatian aktif pada bayi Dalam kehidupan sehari-hari, para ibu harus tersenyum, memeluk, dan mencium pipi kecil anak-anak mereka secara teratur dalam berbagai situasi kehidupan dan kesempatan untuk merawat mereka (misalnya bermain, mandi, mengobrol). Berkomunikasi secara aktif dengan anak Anda sehingga anak Anda yang berharga dapat selalu merasakan perhatian dan kasih sayang dari ibunya dan anak merasa aman dan hangat di lingkungan tempat tinggalnya. Dalam interaksi ibu dan anak, ibu harus menggunakan bahasa yang sabar dan lembut untuk berkomunikasi dengan anak-anak mereka dan mendorong serta mendukung anak-anak mereka untuk bermain sendiri, misalnya, dengan secara bertahap memperpanjang waktu dan jarak saat ibu pergi melalui permainan petak umpet agar bayi tahu bahwa ibunya akan kembali. Ibu harus memperlakukan anak-anak mereka (tanpa pikiran anak kecil) sebagai orang dewasa dan bersikap ramah, seperti tersenyum, mengangguk, menawarkan untuk menyapa dan berbicara dengan penuh kasih sayang. Jika ibu secara kronis acuh tak acuh terhadap sinyal bayinya dan mengubah sikapnya terhadap bayinya, maka bayi akan mengalami konflik internal, ambivalen, dan diliputi oleh cinta ibunya. Sentuhlah bayi Anda dan bicaralah lebih banyak dengan bayi Anda Anda dapat membelai tubuh anak Anda dengan lembut dengan tangan Anda ketika dia sedang bermain atau akan tidur, dari dahi ke bagian belakang kepala, dari kepala ke kaki, dan kemudian dari bagian tengah tubuh ke bagian depan tangan dan kaki, dengan gerakan yang lembut dan perlahan, sehingga anak dapat merasakan belaian ibunya, yang mengarah pada terciptanya keterikatan. Anda juga dapat berbicara dengan anak Anda sambil bermain dengannya sehingga ia dapat mengenal suara ibunya. Dorong dan pujilah anak Anda ketika ia mencapai sesuatu, sehingga ia dapat merasakan bahwa ibunya memperhatikannya dan menyukainya. Sebaliknya, jika ibu biasanya tidak menyukai kontak fisik dan tidak suka menggendong bayi, anak akan memendam emosi dan merasa bahwa ibu tidak menyukainya. Perilaku seperti agresi, melampiaskan dan terkadang perilaku negatif, menentang dan menolak akan muncul. Setiap anak adalah malaikat yang diberikan Tuhan kepada keluarga dan mereka membutuhkan perhatian dan kasih sayang kita. Orang tua perlu memberi tahu anak-anak mereka bahwa dunia adalah tempat yang baik dan aman. Hanya ketika seorang anak merasa aman di dunia luar, ia dapat memiliki hubungan yang baik dan motivasi yang kuat untuk berkembang. Hanya dengan begitu anak akan benar-benar berbakat dan berbudi luhur serta menjadi orang yang produktif. Hubungan interpersonal yang baik adalah elemen penting dalam membangun masyarakat yang harmonis dan prasyarat untuk integrasi seseorang ke dalam masyarakat serta kelangsungan hidup dan perkembangannya. Fobia sosial adalah gangguan psikologis yang menghambat hubungan interpersonal kita dan secara serius mempengaruhi interaksi normal kita dengan orang lain. Hal ini secara serius membahayakan kesehatan psikologis seseorang.