Enam cara untuk mengobati luka baring

  Ulkus dekubitus adalah kondisi klinis yang umum terjadi pada kelompok lansia dan lumpuh. Ada enam perawatan terkini untuk ulkus dekubitus, yaitu debridemen, perbaikan otot, drainase tekanan negatif, pencangkokan flap, penjahitan traksi kulit, dan terapi oksigen hiperbarik.  Luka ulkus dekubitus sering kali memiliki jaringan nekrotik yang melekat padanya, yang tidak hanya mengotori luka tetapi juga menjadi tempat berkembang biaknya kuman, sehingga harus dibuang. Debridemen menghilangkan jaringan nekrotik seperti keropeng hitam, daging yang membusuk, nanah, dan jaringan granulasi yang kurang layak dari luka, mengubah luka yang terkontaminasi menjadi luka yang bersih.  Jenis perbaikan yang kedua adalah pertumbuhan otot. Luka dekubitus biasanya mengalami kehilangan jaringan dan daging baru harus ditumbuhkan di atas “luka” sebelum dapat diepitelisasi dan ditutup, sehingga poin yang paling penting adalah pertumbuhan otot. Salep topikal seperti salep dekubitus dan salep miogenik saat ini digunakan untuk mempercepat perbaikan luka dengan menghilangkan pembusukan dan mendorong miogenesis.  Banyak keluarga pasien memilih metode perawatan di rumah karena pasien tidak dapat berpindah-pindah, tetapi penting untuk diperhatikan bahwa luka serius dan luka yang sulit harus dirawat di rumah sakit spesialis perbaikan luka secara tepat waktu, tanpa penundaan.  Metode ketiga adalah drainase tekanan negatif. Drainase tertutup tekanan negatif menggunakan mesin bertekanan negatif untuk menghasilkan tekanan negatif, yang bekerja pada luka melalui tabung drainase dan balutan untuk mengalirkan eksudat inflamasi, memperbaiki lingkungan luka, dan menstimulasi laju pertumbuhan jaringan granulasi. Metode ini juga merupakan metode yang paling umum digunakan dalam praktik klinis dan dapat dikombinasikan dengan perawatan salep topikal untuk mempercepat laju perbaikan luka.  Metode ini juga biasa digunakan pada kasus-kasus di mana luka di tempat tidur akan sembuh tetapi kulit tidak tumbuh dalam waktu yang lama, dan lebih efektif jika dikombinasikan dengan debridemen dan terapi tekanan negatif.  Kulit donor harus sepenuhnya terlindungi dari ulserasi dan kulit penerima harus dipantau untuk mencegah timbulnya rongga nekrotik internal.  Kelima: Jahitan traksi kulit Pita traksi dipasang pada kulit di kedua sisi luka dan traksi diterapkan untuk menyebabkan kulit di kedua sisi berkontraksi ke arah tengah, sehingga memaksa luka menyusut. Kesulitan penutupan epitel akan berkurang setelah luka menyusut, sehingga luka dapat diperkecil secara bertahap atau diobati dengan jahitan bedah, sehingga memperpendek masa pemulihan luka dekubitus. Perawatan ini juga harus memperhatikan toleransi kulit pasien dan kemampuan jaringan untuk memperbaiki kulit, dan dalam kasus aspek multifaset yang lebih baik, bersamaan dengan perawatan lain seperti krim topikal dan jahitan bedah, manfaat yang signifikan dapat diperoleh.  Keenam: Terapi Oksigen Hiperbarik Terapi ini dapat memperbaiki masalah suplai oksigen yang tidak memadai ke permukaan luka dengan meningkatkan difusi oksigen dan meningkatkan kandungan oksigen darah pada permukaan luka, serta meningkatkan proliferasi kapiler dan meningkatkan sirkulasi darah, yang membantu pasien untuk pulih dari fungsi sistemik.