Luka tekan adalah cedera terbatas pada kulit atau jaringan subkutan yang terjadi pada proses tulang akibat tekanan atau kombinasi gaya geser atau gesekan. Luka tekan paling sering terjadi di daerah sakrokoccygeal dan tumit kaki. Luka tekan meningkatkan rasa sakit dan beban keuangan pasien, dan luka tekan rawat inap dapat menunda pemulihan dan meningkatkan jumlah hari yang dihabiskan di rumah sakit. Bagaimana cara mencegah luka tekan pada pasien yang terbaring di tempat tidur dalam jangka waktu lama? (i) Pemosisian yang benar. Sejauh kondisi fisik memungkinkan, posisi yang berbeda harus ditempatkan sesuai dengan poin-poin berikut: 1. Posisi terlentang Titik-titik posisi: letakkan bantal di bawah kepala dan di bawah kaki bagian bawah; letakkan tangan rata di sisi tubuh atau di perut untuk menghindari tekanan; jangan letakkan bantal di bawah tumit untuk menghindari tekanan pada tumit; letakkan bantal kecil di bawah pinggang. 2 . Angkat kepala tempat tidur sebesar 30° dan berbaringlah. Poin-poin posisi: Angkat kepala tempat tidur tidak lebih dari 30°; Angkat bagian bawah bokong atau letakkan bantal di bawahnya, dan letakkan sumbat di bagian bawah kaki untuk mencegah tergelincir dan mengurangi pergeseran; Letakkan bantal di bawah betis, bukan di bawah tumit untuk menghindari tekanan pada tumit. 3 . Posisi lateral Titik-titik posisi: pilihlah posisi lateral 30° sejauh mungkin; letakkan bantal di kepala dan leher pasien; letakkan bantal lain di lengan dan letakkan bahu ke arah dalam; letakkan bantal lain di paha dan betis dan letakkan tulang paha ke arah dalam. 4. Posisi tengkurap Titik-titik pemosisian: letakkan bantal yang sesuai di bawah kepala; menghadap ke samping; letakkan bantal kecil di perut untuk menghindari hiperekstensi tulang belakang; letakkan bantal di bawah betis untuk meninggikan betis. (ii) Perubahan posisi 1. Mendorong gerakan mandiri. 2. Saat membantu perubahan posisi, angkat tubuh pasien untuk meminimalkan gesekan dan gaya geser serta hindari menyeret, menarik, dan menarik. 3. Frekuensi perubahan posisi bervariasi dari orang ke orang; pasien yang berisiko tinggi mengalami luka tekan harus mengubah posisi setidaknya sekali setiap 2 jam. Jika kemerahan pada kulit tidak mereda dalam waktu 15 menit, waktu pergantian posisi harus diperpendek; pijatan merupakan kontraindikasi jika kemerahan akibat tekanan tidak juga mereda. (iii) Memilih permukaan penyangga yang sesuai 1. Pasien yang berisiko tinggi harus menggunakan permukaan penyangga yang lebih tinggi. 2. Penggunaan permukaan penyangga masih memerlukan perubahan posisi secara teratur. 3. Jangan gunakan kasur udara pengurang tekanan atau bantalan pengurang tekanan yang memiliki gelembung kecil (diameter <250px) secara bergantian. 4. Hindari penggunaan perangkat jenis cincin atau loop, sarung tangan berisi air dan bantalan kulit domba sintetis. (iv) Perawatan kulit 1. Periksa kondisi kulit seluruh tubuh secara teratur, terutama kulit pada bagian tulang yang menonjol di bawah tekanan. 2. Jaga agar kulit tetap bersih dan cukup lembap. 3. Jangan memijat area di bawah tekanan. (v) Penggunaan balutan untuk mencegah luka tekan 1. Balutan dapat digunakan untuk mencegah luka tekan pada pasien berisiko tinggi. 2. Pembalut yang umum digunakan untuk pencegahan luka tekan: pembalut hidrokoloid, pembalut cair, pembalut busa, dll. (vi) Memperkuat dukungan nutrisi