Pasien pendarahan otak dapat makan telur, tetapi harus memperhatikan asupan yang moderat. Telur adalah makanan yang umum, kaya akan 13,3 gram protein, 2,8 gram karbohidrat, dan berbagai mineral, dan sebagainya. Biasanya, pasien dengan pendarahan otak dapat makan telur dalam jumlah sedang, yang membantu mengisi kembali nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh dan juga memberikan energi bagi tubuh. Karena telur juga mengandung 8,8 gram lemak dan 585 mg kolesterol, pasien dengan pendarahan otak harus menghindari makan telur dalam waktu yang lama dan dalam jumlah yang banyak. Untuk pasien dengan pendarahan otak, mereka harus memperhatikan diet seimbang setiap hari dan tidak boleh makan produk berlemak tinggi, digoreng dan diasinkan, seperti jeroan hewan, ayam goreng, sayuran asin, makanan yang diasap dan diasinkan, dan sebagainya. Pada saat yang sama, pasien juga harus menghindari minum kopi, teh kental, dan secara aktif berhenti merokok dan minum. Bagi pasien yang mengalami koma dan kesulitan menelan, dapat makan melalui selang makanan melalui hidung. Pasien pendarahan otak disarankan untuk menyesuaikan pola pikir mereka dan secara aktif bekerja sama dengan dokter untuk mencegah kondisi memburuk dan membahayakan nyawa mereka. Pasien juga harus memperhatikan pemeriksaan kesehatan secara teratur dan secara aktif bekerja sama dengan dokter untuk pelatihan rehabilitasi.