Perasaan tertekan pada jantung dapat disebabkan oleh faktor fisiologis atau karena penyakit seperti perikarditis dan aterosklerosis koroner.
1. Faktor fisiologis: begadang yang berkepanjangan, kurang tidur atau kecemasan dan ketegangan jangka panjang dapat menyebabkan eksitasi saraf simpatis, yang dapat meningkatkan beban pada jantung dan membuatnya mudah mengalami ketidaknyamanan jantung, yang mengakibatkan rasa tertekan pada jantung.
2. Perikarditis: Ketika perikarditis cukup serius untuk menyebabkan efusi perikardial, hal ini dapat menekan jantung, dan pada kasus yang parah, hal ini dapat menyebabkan ventrikel terisi penuh, sehingga membuat jantung merasakan tekanan yang jelas.
3. Aterosklerosis arteri koroner: Jika terjadi stenosis atau oklusi arteri koroner, maka akan mudah menyebabkan iskemia miokard dan hipoksia, atau menyebabkan nekrosis miokard, yang pada akhirnya akan menyebabkan sesak di dada, yang mengakibatkan rasa tekanan yang signifikan pada jantung.
Selain faktor-faktor di atas, kita juga harus mempertimbangkan penyakit pencernaan atau penyakit mental. Dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter sesegera mungkin untuk memahami penyebab penyakit atau pengobatan yang ditargetkan, agar tidak menunda kondisi yang mempengaruhi kesehatan jantung.