Menurut candi nyeri dapat dibagi menjadi fisiologis dan patologis. Fisiologis dapat berhubungan dengan sering begadang, gaya hidup yang buruk. Patologis dapat berhubungan dengan sakit kepala tegang, trauma dan sebagainya. Jika faktor fisiologis disingkirkan, disarankan agar pasien pergi ke rumah sakit tepat waktu untuk mengklarifikasi penyebab penyakit. 1. Fisiologis: pasien sering begadang, rutinitas yang tidak teratur, mengakibatkan kurang tidur, kondisi mental yang buruk. Gejala-gejala nyeri pelipis dapat terjadi. 2. Patologis (1) Sakit kepala tipe tegang: ketika pasien menderita sakit kepala tipe tegang, akan timbul perasaan tertekan atau perasaan seperti memakai topi. Saat menekan pelipis, gejala nyeri dapat terjadi. Bila rasa sakit pasien parah, obat oral seperti ibuprofen dan asetaminofen dapat diminum untuk meredakan rasa sakit. (2) Trauma: Nyeri saat menekan pelipis terjadi ketika pelipis mengalami trauma yang mengakibatkan pembengkakan, memar, dan hematoma. Hal ini juga dapat dikaitkan dengan migrain, neuralgia trigeminal, tumor otak, dll. Jika sakit kepala pelipis terus berlanjut, pasien dianjurkan untuk pergi ke rumah sakit pada waktu yang tepat untuk mengklarifikasi penyebab penyakit. Jika obat diperlukan, harus digunakan di bawah bimbingan dokter.