Etiologi bayi yang selalu mengalami sariawan sangat kompleks dan tidak jelas, tetapi mungkin terkait dengan infeksi, cedera mukosa mulut, genetika, makanan, kekurangan nutrisi, dan faktor lainnya.
1. Infeksi: misalnya, infeksi bakteri dan virus dapat dikaitkan dengan terjadinya sariawan.
2. Kerusakan selaput lendir mulut: makanan yang keras atau air yang terlalu panas dapat menyebabkan kerusakan pada selaput lendir mulut, sehingga menyebabkan sariawan.
3. Keturunan: sariawan yang berulang memiliki kecenderungan genetik tertentu.
4. Makanan: sariawan berhubungan dengan konsumsi makanan pedas dan makanan yang mengiritasi lainnya. Beberapa di antaranya juga dapat disebabkan oleh alergi terhadap makanan.
5. Kekurangan nutrisi: Vitamin B₁, B₂, seng, zat besi, dan elemen-elemen lain yang kurang juga dapat menyebabkan sariawan.
Disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter tepat waktu untuk mengidentifikasi penyebabnya dan kemudian mengobatinya.