Kecenderungan untuk cepat lapar terkait dengan faktor-faktor seperti olahraga berat, disfungsi pencernaan, diabetes, dan hipertiroidisme. Jika Anda mengonsumsi lebih sedikit makanan pokok dan sering makan sayuran segar, buah-buahan, dan minum susu, pencernaan akan lebih cepat dan tubuh akan selalu merasa lapar. Beberapa orang banyak bekerja atau berolahraga, sehingga gerak peristaltik di saluran pencernaan lebih cepat, dan makanan yang dikonsumsi dicerna dan diserap dengan cepat. Ketika tubuh mengeluarkan terlalu banyak limbah dan keringat, tubuh membutuhkan lebih banyak energi untuk mempertahankan aktivitas tubuh, sehingga tubuh juga cenderung menunjukkan tanda-tanda lapar. Pada beberapa pasien dengan disfungsi pencernaan dan disfungsi saluran cerna, asupan makanan diikuti dengan gerak peristaltik dan pencernaan yang cepat pada saluran cerna, sehingga selalu ada rasa lapar di perut. Pasien yang makan banyak, lebih cepat lapar dan memiliki tubuh yang jauh lebih kurus harus pergi ke rumah sakit untuk melakukan tes glukosa darah pada waktu yang tepat, karena adanya diabetes dalam tubuh manusia juga dapat menyebabkan rasa lapar yang sering. Pada hipertiroidisme, semua fungsi tubuh dalam keadaan hiperaktif dan gerakan peristaltik saluran pencernaan dipercepat, yang mengakibatkan gejala-gejala di atas.