Tanda hitam pada hidung dapat disebabkan oleh dermatitis matahari, melanosis, hiperpigmentasi pasca-inflamasi, dan sebagainya.
1. Dermatitis matahari: Dermatitis matahari dapat disebabkan oleh paparan kulit yang terlalu lama terhadap sinar matahari yang berlebihan, atau paparan sinar ultraviolet yang berlebihan. Bagian kulit pasien yang terpapar akan muncul eritema yang menyebar, pengelupasan kulit, hiperpigmentasi, lecet, rasa sakit seperti terbakar, dan gejala lainnya. Jika terdapat dermatitis matahari di area hidung, dapat meninggalkan hiperpigmentasi, yang secara lokal akan terlihat sebagai tanda hitam.
2. Melanosis: etiologi melanosis tidak jelas, dan dianggap disebabkan oleh faktor obat, radang usus besar, dan paparan zat fotosensitif. Pasien akan mengalami bercak pigmentasi kulit, gatal, sakit perut, sembelit, dan gejala lainnya. Jika pasien mengalami melanosis, akan terdapat tanda hitam pada hidung.
3. Hiperpigmentasi pasca inflamasi: Hiperpigmentasi pasca inflamasi dapat disebabkan oleh eksim, jerawat, trauma, dan penyakit lainnya. Pasien akan menunjukkan bercak hiperpigmentasi pada kulit, dan warna bercak pigmentasi dapat berwarna coklat muda, coklat dan hitam. Oleh karena itu, pasien dengan peradangan di area hidung akan memiliki tanda hitam setelah peradangan sembuh.
Ada kemungkinan penyebab lain dari tanda hitam di hidung (misalnya, junctional nevus, dll.), dan disarankan agar pasien berkonsultasi dengan dokter tepat waktu untuk mengklarifikasi penyebabnya dan memilih pengobatan yang tepat sasaran.