Kuku dengan garis-garis vertikal dan retakan dapat disebabkan oleh memar kuku, malnutrisi, onikomikosis, dll., yang dapat diobati dengan desinfeksi lokal dan pengobatan.
1. Kuku memar: Setelah kuku memar karena berbagai faktor eksternal, kuku dapat muncul garis-garis vertikal dan retak. Jika tingkat memarnya ringan atau hanya ada sedikit darah yang keluar dari kuku, Anda dapat mendisinfeksi dengan mengoleskan iodofor secara lokal.
2. Kekurangan gizi: Ketika kuku kekurangan gizi, kuku mungkin juga memiliki garis-garis vertikal dan retak. Dianjurkan untuk pergi ke rumah sakit, menyelesaikan pemeriksaan yang relevan, mengklarifikasi kekurangan spesies dan suplementasi tepat waktu.
3. Onikomikosis: Onikomikosis adalah infeksi jamur yang dapat menyebabkan garis-garis vertikal dan retakan pada kuku. Untuk mengobati kurap pada kuku, Anda dapat mengoleskan amorphophallus hidroklorida topikal, atau mengonsumsi itrakonazol oral, flukonazol, dan obat antijamur lainnya.
Jika kuku memiliki garis-garis vertikal dan pecah-pecah, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mengidentifikasi penyebab masalah dan melakukan perawatan atau terapi yang ditargetkan. Obat-obatan di atas harus digunakan sesuai dengan saran medis.