Bahaya Telur Berbulu

Telur berbulu dikaitkan dengan berkurangnya nilai gizi, tingkat deteksi bakteri yang tinggi dan kandungan hormon yang tinggi. Telur berbulu adalah salah satu bahan yang paling banyak dikonsumsi dalam cerita rakyat, dan banyak orang percaya bahwa telur berbulu adalah “tonik”. Kenyataannya, yang terjadi justru sebaliknya. Setelah periode perkembangan embrio yang panjang, beberapa nutrisi dalam telur diubah menjadi komponen yang sulit diserap oleh tubuh manusia, dan sangat terkuras, sehingga nilai gizinya turun drastis. Telur berbulu memiliki tingkat deteksi bakteri yang tinggi, karena tidak ada sterilisasi buatan dan intervensi lain yang dapat dilakukan selama proses inkubasi embrio, telur berbulu sebenarnya adalah yang paling parah terkena kontaminasi bakteri. Telur berbulu tidak cocok untuk anak-anak karena mengandung hormon yang tinggi setelah masa perkembangan. Kesimpulannya, daripada memakan telur berbulu, Anda sebaiknya memakan telur itu sendiri.