Saluran pencernaan manusia dipersarafi oleh saraf simpatis dan parasimpatis dan juga dapat dipengaruhi oleh fluktuasi eksternal seperti suasana hati. Perubahan suasana hati pasien saat marah dapat menyebabkan peningkatan gerak peristaltik usus di rongga perut. Pasien mungkin mengalami rasa sakit di perut, yang bermanifestasi sebagai serangan rasa sakit dan terutama disebabkan oleh kejang usus. Rasa nyeri dapat diredakan dengan istirahat atau dengan pijatan dengan tangan. Hal ini juga dapat disebabkan oleh lesi di dalam rongga perut, umumnya radang usus buntu. Pasien mungkin mengalami rasa sakit di perut kanan bawah, yang sifatnya lebih intens dan mungkin tidak disadari pada awalnya, hingga rasa sakit di perut memburuk saat marah. Pasien dapat menjalani pemeriksaan ultrasonografi usus buntu untuk memperjelas diagnosis. Jika ditemukan pembengkakan usus buntu, cairan di sekitarnya, atau batu tinja yang tertanam di dalam rongga, maka diagnosis dapat ditegakkan dan pembedahan dapat dilakukan.