Dengan datangnya musim panas, banyak teman kami yang mengeluhkan bahwa cuaca panas membuat bekas luka menjadi lebih sering terasa sakit dan gatal, dan bertanya, apa yang bisa dilakukan untuk meredakan atau mencegahnya. Hari ini, kami akan memperkenalkan cara merawat bekas luka di musim panas. A. Pendinginan lokal Banyak pasien bekas luka yang sering mengalami gejala gatal yang menyakitkan, terutama karena rangsangan pembuluh darah jaringan lokal untuk melebar. Gejala-gejala ini dapat diperburuk oleh peningkatan suhu dan kelembaban lingkungan, selain pola makan, tidur, dan kondisi lainnya. Oleh karena itu, disarankan untuk mengenakan pakaian yang ringan dan bernapas yang mudah menyerap keringat di musim panas. Dianjurkan juga untuk mengompres bekas luka dengan kompres dingin untuk mendinginkannya dan meredakan rasa tidak nyaman. Pada musim panas, kulit sangat berminyak dan permukaan bekas luka tidak rata, sehingga mudah untuk menyembunyikan kotoran dan bakteri yang dapat menyebabkan infeksi dan bahkan bisul jika tidak dibersihkan dengan benar. Jadi, penting untuk membersihkan area yang terkena dampak secara normal dan menjaganya tetap bersih. Namun, hindari menggaruk agar tidak melukai jaringan kulit. Ketiga, perhatikan kelembapan kulit Selain berusaha menjaga kebersihan area bekas luka, Anda juga perlu melembapkannya secara efektif. Lingkungan lokal yang lembab lebih kondusif untuk pemulihan bekas luka. Anda dapat menggunakan beberapa pembalut silikon, gel, atau produk dengan efek pelembab yang baik. Pengurangan bekas luka pasca operasi memainkan peran penting dalam menghambat hiperplasia dan dapat dikombinasikan dengan penggunaan stiker reduksi dan penegang. Pasta diaplikasikan dengan menempelkan pada salah satu ujung kulit dan kemudian menariknya ke arah ujung yang lain. Krim penghilang bekas luka kemudian dioleskan, diikuti dengan aplikasi pengecil kulit. Jika dekongestan basah, ia akan kehilangan daya rekatnya dan harus segera diganti.