Hipertrofi pilorus umumnya terlihat pada dua kondisi: 1. Bawaan, yang berarti sudah ada sejak lahir. Hipertrofi ini disertai dengan penyempitan pilorus, sehingga anak sering mengalami muntah berulang, mual dan muntah. Pengobatan harus dimulai dengan koreksi kelainan iatrogenik, diikuti dengan pembedahan, yang melibatkan pemotongan otot pilorus. Pembedahan ini sangat efektif dan sering kali mengembalikan fungsi pilorus.2. Didapat. Hipertrofi pilorus akibat peradangan berulang, erosi dan iritasi lain pada pilorus, yang juga dapat menimbulkan gejala stenosis. Dalam kasus ini, pembedahan adalah pilihan jika tidak ganas, atau pengobatan dengan stent.