Peningkatan denyut jantung dapat memberikan efek kompensasi pada pasien gagal jantung, sehingga sebagian besar pasien gagal jantung memiliki denyut jantung yang lebih cepat dari biasanya. Gagal jantung bermanifestasi sebagai penurunan kontraktilitas miokard dan volume ejeksi jantung yang tidak mencukupi. Untuk mengimbangi hal ini, tubuh akan meningkatkan volume ejeksi jantung dengan meningkatkan denyut jantung. Tergantung pada urgensi dan tingkat keparahan gagal jantung, denyut jantung dapat meningkat ke tingkat yang berbeda, dan pada gagal jantung akut, denyut jantung sering kali meningkat lebih signifikan. Denyut jantung sering digunakan sebagai indikator pengamatan untuk menyesuaikan pengobatan pada pasien gagal jantung, dan tidak ada hubungan langsung yang jelas dengan derajat gagal jantung, dan denyut jantung beberapa pasien gagal jantung dapat sama dengan denyut jantung orang normal (60-100 denyut/menit). Jika gagal jantung telah didiagnosis, dianjurkan untuk secara aktif mencari perawatan medis, yang dapat memperlambat perkembangan penyakit dan meningkatkan prognosis.