Kista prostat biasanya tidak menunjukkan gejala ketika masih kecil. Ketika berukuran besar, kista dapat menekan uretra dan rektum, sehingga menimbulkan efek buruk pada pekerjaan dan kehidupan sehari-hari. 1. Kompresi uretra: Ketika kista berukuran besar, kista dapat menekan uretra, yang sering menunjukkan gejala yang mirip dengan prostatitis, dengan ketidaknyamanan buang air kecil seperti disuria, sering buang air kecil dan buang air kecil yang tidak tuntas, serta nyeri perineum dan pinggang. 2. Tekanan pada rektum: Kista prostat yang lebih besar dapat menekan rektum, sehingga mungkin ada perasaan ingin buang air besar saat buang air kecil. Selain itu, gejala seperti infeksi, batu atau obstruksi dapat terjadi. 3. Lain-lain: selain gejala infeksi saluran kemih, kista prostat juga dapat menimbulkan epididimitis, oedema skrotum. Beberapa pria mungkin mengalami disfungsi seksual. Kista prostat dapat disembuhkan jika didiagnosis tepat waktu dan diobati dengan tepat. Kekambuhan jarang terjadi jika kista diangkat sepenuhnya melalui pembedahan atau jika dinding kista dari kista prostat diangkat secara memadai. Jika operasi pengangkatan tidak sempurna, kista dapat kambuh kembali. Dalam kehidupan sehari-hari, penting untuk memperhatikan perawatan dan istirahat pasca operasi, memperhatikan kebersihan diri dan menghindari hubungan seks yang tidak bersih.