Rituximab, juga dikenal sebagai melphalan, adalah produk antibodi monoklonal pertama yang disetujui untuk pengobatan tumor manusia. Saat ini, rituximab digunakan secara klinis dalam kombinasi dengan kemoterapi, terutama untuk pengobatan pasien dengan limfoma non-Hodgkin positif CD20. Efek samping yang umum terjadi setelah penggunaan rituximab meliputi efek samping sistemik seperti demam, menggigil, dan rasa tidak enak badan. Beberapa pasien mengalami efek samping pada kulit, yang secara klinis dimanifestasikan sebagai ruam, dan efek samping saluran cerna seperti mual, muntah, dan diare. Beberapa pasien juga mengalami efek samping pernapasan seperti kejang laring dan dispnea, dan beberapa mengalami hipotensi setelah pemberian dosis. Efek samping ini umumnya berkisar dari ringan hingga sedang, dengan sebagian besar efek samping terjadi setelah pengobatan pertama.