Cara meredakan nyeri di belakang bahu

Nyeri bahu perlu diidentifikasi penyebabnya, bisa fisiologis, bisa juga patologis; fisiologis perlu menyesuaikan gaya hidup, patologis perlu di bawah bimbingan dokter untuk melakukan pengobatan yang ditargetkan, seperti terapi obat, fisioterapi, pembedahan, dan sebagainya.
1. Fisiologis: Mempertimbangkan bahwa menjaga postur tubuh atau menahan beban dalam jangka waktu yang lama, seperti bekerja di depan meja, membawa benda berat, dll., dapat menyebabkan rasa sakit di belakang bahu; setiap hari untuk mengembangkan postur duduk yang baik, hindari menahan beban dalam jangka waktu lama, dan jika perlu, kompres panas biasanya dapat meredakan rasa sakit.
2. Patologis
(1) Bahu beku: Nyeri di bagian belakang bahu yang disebabkan oleh bahu beku dapat disertai dengan pembatasan aktivitas. Pertimbangkan untuk memberikan obat antiinflamasi nonsteroid seperti ibuprofen, atau pertimbangkan suntikan kortikosteroid intra-artikular juga dapat memberikan efek pereda nyeri; jika perlu, lakukan tindakan pembedahan.
(2) Spondilosis serviks neurogenik: Spondilosis serviks neurogenik menyebabkan nyeri di belakang bahu, yang dapat disertai dengan nyeri leher dan kekakuan, serta nyeri yang menjalar atau mati rasa pada tungkai atas. Obat yang umum digunakan termasuk obat antiinflamasi nonsteroid seperti diklofenak, pelemas otot seperti epirubisin, dan neurotik nutrisi seperti metilkobalamin; terapi fisik seperti traksi dan akupunktur juga dapat membantu; dan perawatan bedah dapat dipertimbangkan jika diperlukan.
Namun tidak menutup kemungkinan adanya faktor lain yang disebabkan oleh rasa sakit yang jelas, jika penyesuaian gaya hidup tidak jelas, kita harus pergi ke rumah sakit tepat waktu untuk mengklarifikasi penyebab penyakit, ikuti petunjuk dokter untuk pengobatan standar.