Studi klinis lesi oklusi koroner kronis

TUJUAN Untuk merangkum secara retrospektif 136 kasus oklusi koroner kronis (CTO) yang menjalani intervensi koroner (PCI) untuk menyelidiki keamanan, kelayakan dan faktor-faktor yang mempengaruhi prosedur ini. METODE 136 kasus CTO diberikan pengobatan konvensional sebelum prosedur dan menjalani intervensi koroner melalui rute arteri radial atau femoralis, dengan merangkum tingkat lesi target yang dilalui guidewire, tingkat keberhasilan pengobatan PCI, faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat keberhasilan prosedur, waktu prosedur dan dosis kontras, kejadian komplikasi serius selama prosedur dan rawat inap, episode angina pascaprosedur, dan pemulihan fungsi jantung. Hasil Terdapat 1,2 lesi CTO per kapita dan 1,3 stent per kapita yang dipasang pada 136 pasien. Tingkat pemasangan kawat pemandu pada oklusi adalah 89%, tingkat keberhasilan PCI langsung adalah 80,9%, dan waktu prosedur berkisar antara 1 hingga 5 jam, dengan rata-rata 2,3 jam. Episode angina pasca operasi berkurang secara signifikan, fungsi jantung meningkat secara signifikan, dan tidak ada kematian selama operasi atau rawat inap, serta tidak ada komplikasi serius yang tidak dapat diselamatkan. Kesimpulan Perawatan PCI yang berhasil pada kasus CTO meningkatkan kualitas hidup pasien tanpa komplikasi serius, dan tingkat keberhasilan operasi meningkat secara signifikan dengan kematangan teknik operator dan peningkatan peralatan. Tingkat keberhasilan prosedur terkait erat dengan pengalaman operator, kondisi umum pasien, durasi oklusi koroner dan lokasi serta karakteristik lesi yang tersumbat, penerapan perangkat intervensi dan teknik bedah yang wajar, dan tidak ada korelasi yang signifikan dengan rute intervensi.