Darah okultisme adalah adanya sel darah merah dalam urin. Biasanya kurang dari 3 sel darah merah per pemeriksaan colok dubur pada orang normal, jika lebih besar dari 3 berarti positif terdapat darah okultisme, yang berarti mengindikasikan hematuria, dan adanya hematuria memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menemukan penyebab hematuria. Penyebab hematuria umumnya dibagi menjadi dua kategori: pertama, perdarahan yang berasal dari glomerulus dan kedua, perdarahan yang berasal dari non-glomerulus. Perdarahan non-glomerulus biasanya disebabkan oleh penyakit sistemik seperti gangguan hematologi, yang menyebabkan gangguan pembekuan darah dan hematuria. Hematuria disebabkan oleh efek antikoagulan dari injeksi aspirin oral, favalin dan heparin molekul rendah. Ada juga hematuria yang disebabkan oleh infeksi saluran kemih, batu saluran kemih, tumor saluran kemih atau beberapa kelainan pembuluh darah. Hematuria glomerulonefritis memiliki karakteristik tersendiri, misalnya, sel darah merah dalam urin bersifat polimorfik, sehingga penyebab hematuria perlu diteliti lebih lanjut.