Rifaximin umumnya digunakan dalam pengobatan sindrom iritasi usus besar diare, di mana ia memiliki antibakteri, pengurang adhesi bakteri, pengurang virulensi, pengurang patogenisitas, serta memodulasi sinyal kekebalan usus dan aktivasi mekanisme reseptor pregnane X. Rifaximin adalah antibiotik spektrum luas yang sering digunakan dalam pengobatan berbagai gangguan usus, termasuk diare akibat bakteri, sindrom iritasi usus besar, penyakit radang usus, dan divertikulosis kolon. Dalam mekanisme kerjanya dalam pengobatan sindrom iritasi usus besar diare, terdapat mekanisme seperti aksi antibakteri, pengurangan virulensi dan patogenisitas bakteri, pengurangan adhesi bakteri pada sel epitel, modulasi sinyal imun usus dan aktivasi reseptor pregnane X untuk mengurangi kejadian diare. Ini memiliki karakteristik penyerapan non-usus secara oral, dan aktivitas antibakterinya relatif kuat, karena tidak diserap oleh saluran usus dan terakumulasi lebih sedikit di organ lain, sehingga reaksi yang merugikan relatif sedikit. Reaksi yang merugikan seperti sakit kepala, sakit kepala, sakit perut, mual, muntah dan ruam dapat terjadi. Obat ini dikontraindikasikan pada pasien dengan hipersensitivitas, obstruksi usus, dan tukak lambung. Rifaximin adalah obat resep dan harus digunakan di bawah pengawasan medis.