Pasien yang berbicara secara spontan dengan lidah yang keras dapat mengalami infark serebral atau pendarahan otak dengan serangan iskemik transien, yang disebabkan oleh jenis penyakit serebrovaskular akut. Sebagai contoh, jika lesi pada pasien berada di pusat bicara di belahan otak kiri, ia akan mengalami disfungsi bicara dalam bentuk lidah yang keras, bicara yang tidak koheren, atau afasia. Pada kasus pendarahan otak, biasanya dimulai saat pasien sedang aktif, sedangkan infark otak dan serangan iskemik transien biasanya dimulai saat pasien sedang diam, yang keduanya dapat diklarifikasi dengan pemeriksaan CT kepala. Penyakit sistemik lainnya seperti penyakit Parkinson, lesi pada ganglia basalis dan hepatomegali juga dapat menyebabkan lidah kaku. Namun, pada penyakit-penyakit ini, kekerasan lidah harus bertahap dan progresif.