Pengaruh usia pada hasil laminoplasti pada spondylolisthesis serviks tulang belakang

  TUJUAN: Untuk membandingkan perbedaan hasil antara kelompok lansia dan non-lansia dari kasus spondilolistesis serviks tipe sumsum tulang belakang yang menjalani vertebroplasti.  METODE: Sebuah studi retrospektif terhadap 208 kasus spondilolistesis serviks tulang belakang yang menjalani laminoplasti bukaan tunggal serviks posterior dari Januari 2006 hingga September 2010, 144 pria dan 64 wanita, usia rata-rata 59,3 tahun (24-85 tahun), durasi gejala 27,1±22,9 bulan, dan rata-rata tindak lanjut pasca operasi 24,3±16,1 bulan. Pasien dibagi menjadi 2 kelompok menurut usia: kelompok non-lansia (<65 tahun) dan kelompok lansia (≥65 tahun) yang masing-masing terdiri dari 135 dan 73 pasien. Skor JOA digunakan untuk menilai fungsi neurologis pra-operasi dan pasca-operasi.  Skor JOA pra operasi dan pasca operasi masing-masing adalah 11,5±2,8 dan 14,4±2,2 pada kelompok non-lansia dan lansia, dan 9,6±2,7 dan 12,6±2,4 pada kelompok lansia. (28,3)% dan (42,9±23,3)% (p<0,0001< span="">), yang secara signifikan berbeda, tetapi tidak ada perbedaan statistik yang terlihat pada peningkatan nilai skor JOA masing-masing 3,1±2,4 dan 3,0±2,5 untuk kedua kelompok kasus (p=0,7777).  Kesimpulan: Skor JOA pra operasi dan pasca operasi lebih rendah pada pasien lansia dengan spondilosis serviks sumsum tulang belakang, tetapi tingkat perbaikannya serupa pada kedua kelompok, sehingga hasil yang baik juga dapat diperoleh dengan laminoplasti unidoor pada pasien lansia.  Kata kunci: spondilosis servikalis tulang belakang; pasien usia lanjut; vertebroplasti; hasil pembedahan.