Tremor alkoholik adalah gejala klinis yang umum terjadi pada atrofi otak akibat alkohol. Atrofi serebral alkoholik (ACA) mengacu pada pengecilan jaringan otak yang tidak dapat dipulihkan akibat konsumsi alkohol kronis. Masih kontroversial apakah penyakit ini merupakan kelainan klinikopatologis yang terpisah. Beberapa penulis menganggap atrofi otak alkoholik sebagai konsep patologis, sebuah istilah yang pertama kali berasal dari studi serebrografi. Istilah ini secara khusus mengacu pada pecandu alkohol yang relatif muda, dengan atau tanpa tanda-tanda klinis patologi otak, yang memiliki ventrikel lateral yang membesar dan sulkus frontal yang melebar pada ensefalografi. Pencitraan modern memiliki temuan yang sesuai. Etiologi tremor alkoholik telah diketahui dengan baik bahwa konsumsi alkohol yang tidak terkontrol dalam jumlah besar memiliki efek merugikan yang signifikan pada banyak sistem organ tubuh, dan sistem saraf adalah salah satu organ target utama untuk patogenesis penyalahgunaan alkohol. Sistem saraf adalah salah satu organ target utama penyalahgunaan alkohol. Penyebab umum lain dari tremor alkoholik adalah sindrom penarikan alkohol (ATS). Sindrom putus alkohol akut terjadi ketika seseorang yang telah minum alkohol dalam jumlah besar untuk jangka waktu yang lama (lebih dari 2-3 minggu) tiba-tiba berhenti minum atau mengurangi jumlah alkohol yang dikonsumsinya, yang mengakibatkan serangkaian gejala dan tanda yang disebut sindrom putus alkohol atau sindrom detoksifikasi. Patogenesisnya disebabkan oleh hilangnya efek penghambatan alkohol dalam sistem saraf pusat, yang mengakibatkan eksitasi berlebihan pada korteks serebral atau saraf β-adrenergik. Ini terjadi pada pecandu alkohol yang sudah bergantung secara fisik. Sindrom ini ditandai dengan tremor, delirium, kejang-kejang, kebingungan, psikomotorik, dan eksitasi otonom yang berlebihan. Setiap gejala utama sindrom penarikan dapat terjadi dalam bentuk yang kurang lebih murni, tetapi sering kali dalam kombinasi yang berbeda.