Insufisiensi jantung adalah konsep yang luas, disertai dengan gejala klinis insufisiensi jantung yang disebut gagal jantung, dan pengobatannya meliputi pengobatan umum, terapi obat dan pengobatan non-farmakologis.
1. Pengobatan umum: Pertama, kita harus melakukan pengobatan yang ditargetkan untuk penyakit yang menyebabkan gagal jantung. Kedua, perlu memperbaiki gaya hidup dan mengurangi kerusakan jantung yang disebabkan oleh faktor risiko seperti tembakau, alkohol, dan tekanan darah tinggi. Terakhir, obat-obatan yang dapat merusak jantung, seperti indometasin, harus dihindari atau dihentikan.
2. Pengobatan farmakologis: Penghambat enzim pengubah angiotensin/angiotensin receptor enkephalinase inhibitor, penghambat β, antagonis reseptor aldosteron, dan penghambat protein kotransporter natrium-glukosa 2 dapat digunakan untuk mengobati gagal jantung dan meningkatkan fungsi jantung pasien.
3. Pengobatan non-farmakologis: Metode yang umum digunakan termasuk terapi sinkronisasi ulang jantung dan implantasi cardioverter-defibrillator, dll. Metode ini cocok untuk pasien dengan gagal jantung sedang hingga berat. Transplantasi jantung adalah pengobatan utama, tetapi tidak banyak digunakan dalam praktik klinis.
Insufisiensi jantung adalah bentuk gagal jantung yang dapat diobati dengan cara farmakologis dan non-farmakologis, dan pasien yang menderita insufisiensi jantung perlu berkonsultasi dengan dokter secara tepat waktu untuk menghindari penundaan kondisi mereka.