Telinga yang terasa berair dapat disebabkan oleh cairan di saluran pendengaran eksternal, eksim di saluran pendengaran eksternal, dan otitis media bernanah.
1. Hidrokel pada saluran pendengaran eksternal: Setelah keramas, mandi, dan aktivitas berenang, telinga dapat menjadi lembab dan pengap karena akumulasi air di saluran telinga, dan sensasi air dengan mudah dihasilkan ketika telinga dipencet.
2. Eksim pada saluran pendengaran eksternal: dapat disebabkan oleh kontak dengan atau asupan zat alergi, serta disfungsi otonom, gangguan endokrin, dan faktor lainnya. Pada pemeriksaan kulit telinga luar dapat terlihat merah dan bengkak, eritema yang tersebar, papula kecil seperti jagung, dan lepuhan kecil yang tembus pandang. Setelah lepuh pecah, muncul vesikel merah, dan keluar cairan encer berwarna kekuningan. Ketika telinga diperas, mudah untuk merasakan adanya air di dalam liang telinga.
3. Otitis media purulen: radang purulen pada telinga tengah akibat infeksi bakteri, dengan nanah keluar setelah perforasi membran timpani, dan nanah dapat menumpuk di liang telinga bagian luar. Perasaan berair saat memencet telinga.
Ketika telinga terasa berair saat dipencet, maka perlu secara aktif mencari perawatan medis dan pemeriksaan sistematis sebelum penyebab spesifiknya dapat diketahui.