Bulbaritis duodenum dapat menyebabkan konstipasi, yang juga dapat terjadi karena adanya penyakit lain seperti diabetes, massa usus, dan penyakit Crohn. Alasan utama mengapa bulbaritis duodenum menyebabkan konstipasi adalah karena hal ini mempengaruhi pola makan. Bohlam duodenum dapat menyebabkan gejala seperti refluks asam, kembung dan sakit perut, dan kebiasaan makan pasien berubah sebagai akibat dari gejala yang tidak nyaman, seperti makan lebih sedikit dan makan lebih sedikit sayuran dan buah-buahan. Kombinasi penyakit lain juga dapat menyebabkan sembelit. Sebagai contoh, pasien diabetes mellitus akan memiliki tingkat gerak peristaltik saluran cerna abnormal yang berbeda, yang meningkatkan kemungkinan terjadinya konstipasi; tumor usus juga dapat memiliki gejala seperti kelelahan, darah pada tinja, perubahan kebiasaan buang air besar, dan penurunan berat badan; sindrom iritasi usus besar juga dapat menyebabkan diare dan konstipasi secara bergantian, sakit perut, kembung, dan kondisi lainnya. Untuk radang buli-buli duodenum yang disertai konstipasi, disarankan agar kondisi ini dianalisis oleh dokter.