Gerakan janin yang disertai tremor dapat berupa cegukan janin, gerakan janin, hipoksia janin, dan sebagainya.
1. Cegukan janin: Untuk beradaptasi dengan lingkungan pascakelahiran pada tahap pertengahan dan akhir kehamilan, janin berlatih bernapas dengan menelan cairan ketuban, dan kontraksi diafragma saat janin menelan cairan ketuban menyebabkan cegukan, yang membuat janin bergerak dengan getaran.
2. Gerakan janin: ini adalah fenomena normal, bentuk gerakan janin itu sendiri bervariasi, dan keteraturan serta sifat gerakan janin juga berbeda, serta ketekunan dan amplitudo gerakan janin juga akan menyebabkan janin bergetar dan bergetar.
3. Hipoksia janin: Kurangnya oksigen dalam darah ibu, gangguan transportasi atau pertukaran oksigen antara ibu dan janin, serta faktor janin itu sendiri dapat menyebabkan hipoksia janin, menyebabkan gerakan janin bergetar.
Bila gerakan janin lebih intens, disarankan untuk pergi ke rumah sakit sesegera mungkin untuk mengklarifikasi penyebabnya dan memberikan perawatan yang ditargetkan.