Nyeri perut pada akhir kehamilan biasanya merupakan fenomena yang normal, tetapi tidak menutup kemungkinan hal ini disebabkan oleh solusio plasenta, persalinan prematur, dan penyebab lainnya, dan harus segera dikonsultasikan untuk mengetahui penyebabnya.
1. Fisiologis: janin bertambah besar pada akhir kehamilan, dan rahim juga bertambah besar, yang dapat menarik ligamen rahim dan menyebabkan rasa sakit. Ini adalah fenomena fisiologis yang normal, dan rasa sakitnya biasanya tidak terlalu parah.
2. Patologis:
(1) Plasenta previa: Ini mengacu pada lepasnya sebagian atau seluruh plasenta yang diposisikan secara normal dari dinding rahim setelah usia kehamilan 20 minggu atau selama proses persalinan sebelum kelahiran janin. Hal ini sering dimanifestasikan oleh perdarahan vagina dan nyeri perut, sebagian besar disertai dengan kontraksi yang terus-menerus dan tekanan rahim.
(2) Persalinan prematur dengan tanda-tanda awal: Kontraksi uterus yang teratur atau tidak teratur dengan atau tanpa regresi progresif pada saluran serviks yang terjadi pada usia kehamilan 28 minggu tetapi kurang dari 37 minggu. Hal ini dapat disertai dengan sedikit perdarahan vagina atau keluarnya cairan darah dan dapat disertai dengan kram perut ringan.
Hal ini juga dapat disebabkan oleh faktor lain, seperti maag dan penyakit lain pada saluran pencernaan, yang juga dapat menyebabkan gejala sakit perut, dan dapat disertai dengan perut kembung, diare, dan gejala lainnya.
Ketika wanita hamil mengalami sakit perut pada akhir kehamilan, disarankan agar mereka berkonsultasi dengan dokter yang dapat mengidentifikasi penyebabnya dan memberikan pengobatan yang tepat.