Malformasi pembuluh darah usus, termasuk malformasi arteriovenosa, vasodilatasi, hemangioma, displasia pembuluh darah, dll., adalah salah satu penyebab perdarahan gastrointestinal akut atau kronis, dan sering kali merupakan kelainan pembuluh darah itu sendiri, atau mungkin merupakan salah satu manifestasi dari penyakit sistemik atau sindrom tertentu. Diagnosis klinis terutama didasarkan pada poin-poin berikut. 1, fitur klinis. Angiografi usus selektif. 3, Endoskopi. 4, Pencitraan nuklir. 5, eksplorasi bedah. Durasi lesi vaskular usus pada pasien bervariasi, sebagian besar panjang, dan yang terpanjang bisa mencapai puluhan tahun. Modus perdarahan beragam, bisa berupa perdarahan masif akut, perdarahan intermiten berulang, dan perdarahan kronis dalam jumlah kecil. Sebagian besar perdarahan dapat berhenti sendiri atau dapat dihentikan sementara dengan obat hemostatik, transfusi darah, dan lain-lain, dan hemoglobin dapat kembali normal. Tidak ada tanda dan gejala positif bila tidak ada perdarahan.