Air garam sendiri memiliki sifat antiseptik, dan mencuci vulva dengan air garam berfungsi untuk menghambat pertumbuhan bakteri, membunuh bakteri, dan bertindak sebagai agen pembersih. Namun, dianjurkan juga untuk tidak membasuh dengan air garam jika tidak ada gejala klinis, selama air hangat digunakan untuk membasuh vulva. Jika ada situasi yang tidak nyaman, yang terbaik adalah pergi ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan yang tepat, dan kemudian memberikan obat tertentu untuk perawatan, jangan menggunakan pembersih air garam secara tidak sah untuk menghindari penundaan kondisi. Sebagai contoh, ketika vulva terasa gatal, disertai dengan meningkatnya keputihan, sulit untuk mengetahui infeksi bakteri patogen mana yang menyebabkan gejala klinis ini. Hanya melalui tes laboratorium kita dapat mengetahui agen penularannya, sehingga kita dapat menargetkan penggunaan obat, agar tidak menunda kondisi, tetapi juga untuk mencapai perawatan klinis yang lebih baik.